Pengemudi Toyota Kijang Sok Jagoan Halangi dan Ajak Ngebut Ambulans, Pasien Anak Kecil Pecah Pembuluh Darah Tutup Usia

By Ahmad Ridho, Senin, 17 Agustus 2020 | 12:05 WIB

Pengemudi Toyota Kijang sok jagoan halangi dan ajak ngebut ambulans, pasien anak kecil pecah pembuluh darah akhirnya tutup usia.

GridMotor.id - Pengemudi Toyota Kijang sok jagoan halangi dan ajak ngebut ambulans, pasien anak kecil pecah pembuluh darah akhirnya tutup usia.

Banyak pemotor atau pengemudi mobil arogan dan sok jagoan di jalanan.

Salah satunya sering enggak kasih jalan atau malah menghalangi ambulans.

Padahal ambulans yang membawa pasien prioritas untuk diberikan jalan agar cepat sampai di rumah sakit.

Baca Juga: Dengkul Gemetar, Video Detik-detik Pemotor Honda BeAT Lawan Arah Nyaris Hajar Mobil Ambulans

Baca Juga: Arogan, Ibu-ibu Ngamuk Kepung Ambulans dan Meludahi Driver Ojol yang Lakukan Pengawalan, Teriak-teriak di Depan Rumah Sakit

Seorang pemotor menceritakan kronologis pengemudi Toyota Kijang yang menghalangi ambulans sampai akhirnya pasien meninggal dunia karena telat sampai rumah sakit.

Unggahan status di akun Facebook bernama Fauzi, yang belakangan diketahui adalah seorang relawan pengawal ambulans, menjadi perbincangan hangat warganet.

Dalam statusnya, Fauzi menceritakan soal aksi seorang pengendara mobil Kijang yang diduga menghalangi secara sengaja ambulans yang dikawalnya dari Puskesmas Leles menuju RSUD dr Slamet, Garut.

Dalam statusnya, Fauzi menyebut kendaraan tersebut dengan sengaja malah mengajak balap ambulans yang dikawalnya sehingga ambulans tidak bisa menyalip kendaraan itu sampai beberapa kilometer.

Baca Juga: Tragis, Ambulans Sering Jadi Sasaran Kemarahan Pemotor atau Pengemudi Mobil, Sopir Ditonjok Sampai Ditantang Duel

Hingga pasien di dalam ambulans yang diketahui seorang anak yang kondisinya kritis karena pecah pembuluh darahnya meninggal dunia tidak lama setelah tiba di RSUD dr Slamet, Garut.

Muhammad Fauzi (20), pemilik akun Facebook yang pertama kali mengunggah kisah tersebut, saat dihubungi wartawan, Minggu (16/8/2020), menceritakan, pada Jumat (14/8/2020), dia pulang dari Bandung menuju Garut menggunakan sepeda motor.

Saat melintas di Leles, dirinya melihat ambulans dari Puskesmas Leles yang akan ke rumah sakit membawa pasien gawat darurat hingga Fauzi pun langsung mengawal kendaraan tersebut.

"Awalnya perjalanan normal, kendaraan lain memberi jalan ambulans," katanya.

Baca Juga: Viral Video Pemotor Hadang Ambulans di Depok, Bikers Harus Paham Aturan Kendaraan Prioritas di Jalan Raya

Namun, begitu sampai di kawasan Tutugan Leles, ada mobil Kijang yang menghalangi laju ambulans. Fauzi pun meminta agar pengemudi ambulans tersebut memberi jalan dengan menepi sebentar.

Namun, pengemudinya tetap tidak mau memberi jalan. "Dia keukeuh enggak mau ngasih jalan," katanya.

Karena tak mau memberi jalan, mobil ambulans yang dikawal Fauzi tidak bisa melaju cepat.

Ambulans baru bisa mendahului kendaraan tersebut di kawasan Tarogong atau beberapa kilometer terhalang kendaraan tersebut setelah dirinya terus meminta mobil tersebut memberi jalan.

Baca Juga: Pemotor yang Halangi Ambulans di Depok Akhirnya Buka Suara, Terungkap Fakta-faktya yang Sebenarnya Terjadi di Lokasi

Setelah memberi jalan, menurut Fauzi, mobil Kijang tersebut langsung menempel di belakang mobil ambulans.

Ambulans dan mobil Kijang itu baru berpisah di Bundaran Alun-alun Tarogong.

Mobil Kijang berbelok ke Jalan Suherman, sedangkan ambulans berbelok ke Jalan Cimanuk.

"Saat tiba di RSUD, pasiennya saya lihat masih ada (belum meninggal), sempat ditangani petugas juga," katanya.

Baca Juga: Bikin Geram Sekampung, Kumpulan Pengendara Sok Jagoan Hadang Ambulans Bawa Pasien, Ada yang Sampai Baku Hantam

Dihubungi terpisah lewat ponselnya, Damis Sutendi, pengemudi ambulans Puskesmas Leles yang membawa ambulans yang diceritakan oleh Muhammad Fauzi dalam akun Facebook-nya, membenarkan cerita yang disampaikan Fauzi.

Damis mengaku, saat itu dirinya memang tengah membawa pasien gawat darurat, yaitu seorang anak berusia sekitar enam tahun yang kondisinya koma setelah mengalami pendarahan di kepala karena terjatuh.

Makanya, anak itu langsung dirujuk ke RSUD dr Slamet, Garut, oleh petugas Puskesmas Leles.

"Sejak keluar Puskesmas memang sudah dikawal oleh relawan yang biasa mengawal," katanya. Menurut Damin, insiden dengan mobil Kijang yang tidak memberi jalan terjadi di kawasan Pasir Bajing, Kecamatan Banyuresmi.

Baca Juga: Pemotor Sok Jagoan Bisa Dipenjara atau Kena Denda, Ngamuk dan Tantang Sopir Ambulans Ribut, Ini Aturannya

Mobil Kijang tersebut malah terus tancap gas meski relawan yang mengawal telah memintanya untuk memberi jalan untuk ambulans.

"Dia malah di depan terus walau relawan yang mengawal pakai motor sudah minta jalan," katanya. Menurut Damis, mobil Kijang tersebut akhirnya memberikan jalan di kawasan Tarogong setelah relawan memepet kendaraan tersebut hingga ke pinggir jalan.

Akibat ulah pengemudi tersebut, menurut Damis, setidaknya dia kehilangan waktu lima menit untuk sampai ke RSUD dr Slamet, Garut.

"Biasanya cuma 10 menit sampai ke RSU, kemarin mah sampai lebih dari 15 menit," katanya.

Baca Juga: Sok Jagoan, Pemotor Ngamuk dan Ajak Ribut Sopir Ambulans yang Bawa Pasien Kritis, Motor Dipalang di Tengah Jalan

Damis mengakui, pasien yang dibawanya memang akhirnya meninggal dunia setelah sempat dirawat beberapa menit di RSUD dr Slamet, Garut.

Makanya, Damis sangat menyesali aksi pengguna jalan yang tidak memberi jalan untuk ambulans yang membawa pasien darurat.

"Semoga tidak ada lagi kejadian serupa, cukup ke pinggir saja sebentar, beri jalan agar pasien bisa cepat dapat perawatan," katanya.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ambulans di Garut Bawa Anak Kritis Dihalangi Mobil Kijang, Pasien Meninggal",