Bikin Geger Razia Gabungan, Pemotor Perempuan Mendadak Pingsan di Tengah Jalan, Polisi Malah Bilang Begini

By Ahmad Ridho, Selasa, 28 Juli 2020 | 12:02 WIB

Bikin geger razia gabungan, polisi kaget pemotor perempuan mendadak pingsan di tengah jalan, saksi malah bilang begini.

GridMotor.id - Bikin geger razia gabungan, polisi kaget pemotor perempuan mendadak pingsan di tengah jalan, saksi malah bilang begini.

Seorang perempuan pengendara sepeda motor pingsan saat melewati operasi razia Patuh Musi 2020 di Jalan Jendral Sudirman Cinde, Palembang, Senin (27/7/2020).

"Benar tadi pada saat kita melakukan razia di kawasan pasar Cinde, ada seorang pengendara sepeda motor yang tiba-tiba pingsan kemudian anggota kita langsung menolong perempuan tersebut," ujar Kasat Lantas Polrestabes Palembang AKBP Yusantiyo Sandy melalui kanit turjawali Iptu M. Kurniawan Azwar, Senin (27/7/2020).

Kemudian saat ditanyai petugas, perempuan tersebut mengatakan sedang haus.

Baca Juga: Razia Gabungan Heboh, Video Polisi Ringkus dan Tilang Motor Asal Thailand, Pemilik Cuma Garuk-garuk Kepala

Baca Juga: Bikin Geger Razia Gabungan, Polisi Kaget Didatangi Istri Tua dan Istri Muda di Jalanan

"Jadi setelah ditanyai perempuan tersebut mengatakan sedang haus dan dehidrasi, setelah perempuan tersebut tersadar dan bangun perempuan tersebut langsung kita persilahkan lagi untuk melanjutkan perjalanannya," tutupnya.

Dari razia tersebut petugas berhasil mengamankan beberapa kendaraan roda dua yang tidak membawa kelengkapan surat berkendara.

Sementara itu pengakuan beberapa pengendara mengatakan kalau mereka kaget melihat razia tersebut.

"Ya sempat kaget mas, tapi kami tetap profesional mengikuti peraturan razia tersebut saat surat-surat kendaraan kami diperiksa," ujar beberapa warga.

Baca Juga: Di Depan Ada Razia Gabungan, Pelat Nomer Dadakan 'Memble', Ini Cara Kepepet Pasang Pelat Nomer Motor Biar Gak Ketilang

Operasi 14 Hari

Operasi Patuh Musi 2020 ditandai dengan apel gelar pasukan di Lapangan Ditlantas Polda Sumsel Jalan POM IX Palembang, Kamis (23/7/2020).

Apel dipimpin Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Juni dan dihadiri Wadirlantas Polda Sumsel AKBP Sigit Wuryanto.

Tema Ops Patuh Musi 2020 yaitu meningkatkan kesadaran, kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas demi terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalulintas yang kondusif serta pengamanan Hari Raya Idul Adha 1441 H ditengah mewabahnya virus corona (Covid-19).

Kapolda dalam amanatnya yang disampaikan oleh Dirlantas mengatakan, Polri telah menetapkan operasi patuh 2020 secara serentak diseluruh Indonesia dilaksanakan pada tanggal 23 Juli s/d 5 Agustus 2020 (selama 14 hari).

Baca Juga: Gawat Helm SNI Tetap Kena Tilang, Tidak Bisa Lolos Razia Polisi, Ini Alasannya

Khusus di Sumsel dengan sandi operasi “Patuh Musi 2020” yang bertujuan menurunkan titik lokasi kemacetan, pelanggaran, kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan berkaitan dengan masih mewabahnya Virus Covid-19 sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.

Khusus tematik di wilayah Polda Sumsel yaitu:

1. Pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm

2. Pengemudi ranmor tidak memakai safety belt

3. Menggunakan kendaraan melawan arus,

Serta tetap mempedomani protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 secara preemtif, preventif dan persuasif dengan humanis, ujarnya.

Gelar pasukan ini perlu dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personil maupun sarana prasarana pendukung lainnya, sehingga operasi dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Brak! Coba Saat Kabur Razia, Pemotor Ini Malah Seruduk Polisi dan Pengendara Lain

Operasi Patuh saat ini berbeda dengan operasi patuh pada tahun - tahun sebelumnya yang disebabkan beberapa faktor sebagai berikut:

Pertama, merebaknya wabah virus covid-19.

Kedua, tepat pada saat operasi berlangsung umat islam merayakan Hari Raya Idul Adha.

Dari kedua situasi tersebut menyebabkan pelaksanaan operasi berbeda dengan sebelumnya baik secara bertindak, target maupun sasaran.

Baca Juga: Razia Gabungan Dimulai Hari Ini, Bikers Wajib Tau Nih Ciri-ciri Razia Resmi, Biar Bikers Gak Kena Polisi Nakal

Pada operasi patuh sebelumnya, jumlah penindakan dengan tulang sangat berpengaruh terhadap penilaian keberhasilan operasi, tapi operasi yang dilaksanakan saat ini mengedepankan preemtif 40%, preventif 40% dan refresif 20%.

Dalam melaksanakan tindakan refresif pun harus selektif prioritas dengan mengutamakan penindakan terhadap tiga pelanggaran tematik tersebut.

Karena ketiga pelanggaran ini penyumbang terbesar terjadinya gangguan kamseltibcar lantas baik laka lantas maupun kemacetan lalu lintas.

Untuk itulah beberapa penekanan untuk seluruh anggota diantaranya:

Baca Juga: Razia Gabungan Resmi Digelar, Kenali Ciri-ciri Polisi Gadungan dari Dua Tanda Ini

1. Laksanakan tugas operasi dengan penuh rasa tanggung jawab, dasari dengan niat beribadah dalam setiap kegiatan semoga Allah SWT Tuhan YME meridhoi setiap pelaksanaan tugas.

2. Kedepankan sikap senyum sapa dalam melaksanakan penindakan pelanggaran lalu lintas baik yang bersifat teguran maupun penilangan.

3. Jaga keselamatan, tingkatkan kewaspadaan terhadap pihak-pihak yang berniat melakukan berbuat negatif terhadap Polri.

4. Pegang teguh protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker, cuci tangan dan phsycal distancing.


Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Seorang Perempuan di Palembang Tiba-tiba Pingsan saat Melintasi Polisi Razia, Ini Sebenarnya Terjadi,