Berbeda dengan Gofur, dekat pintu perlintasan yang mereka jaga dibangun sebuah pos tunggu.
Selain itu, mereka tak perlu mengangkat atau menurunkan palang pintu dengan kedua tangannya.
Baca Juga: Bikin Deg-degan, Aksi Para Pemotor Nekat Terobos Palang Kereta Api, Hampir Terserempet Gerbong
Cukup Irman yang memutar tuas agar palang pintu tertutup.
Sembari duduk, Irman mengawasi arah Stasiun Tebet menuju arah Stasiun Cawang lewat dua kaca spion motor yang terpasang di bilah kayu untuk penyangga pos.
Sedangkan Rudi, pria yang berdiri di seberangnya, bertugas mengawasi palang pintu dari kereta arah Stasiun Cawang menuju Stasiun Tebet.
Ia biasanya langsung berteriak kepada Firman untuk memutar tuas palang pintu.
Baca Juga: Suzuki GSX-R150 Remuk Dihajar Kereta Api, Pemotor Akui Mesin Motornya Mendadak Mati di Tengah Rel
Mereka tak sulit melihat kereta dari kejauhan.
Pasalnya, jalur rel yang melintas di kedua wilayah itu hanya lempeng saja.
Keberadaan pintu perlintasan hasil swadaya warga ini membantu para pengendara untuk memangkas jarak.
Selain itu, menjadi sumber penghasilan warga setempat.
Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul BERITA FOTO Menengok Aktivitas di Perlintasan Sederhana di Kebon Baru dan Tebet Timur