Waduh 200 Unit Royal Enfield Jadi Bodong Gak Dikasih STNK dan BPKB dari Dealer, Rugi Sampai Miliaran Rupiah!

By Fadhliansyah,Naufal Shafly,Harun Rasyid, Sabtu, 3 Oktober 2020 | 14:15 WIB

Pabrikan motor Royal Enfield memberikan ekstra garansi selama 3 bulan akibat pandemi virus corona. Waduh 200 Unit Royal Enfield Jadi Bodong Gak Dikasih STNK dan BPKB dari Dealer, Rugi Sampai Miliaran Rupiah!


Gridmotor.id - Waduh 200 unit motor Royal Enfield jadi bodong nih, karena gak dikasih STNK dan BPKB oleh dealer saat membelinya.

Bahkan konsumennya sampai mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.

Hal ini berawal dari perceraian antara Royal Enfield dengan PT Distributor Motor Indonesia (DMI), pada bulan Juli lalu.

Ternyata DMI sebagai mantan distributor Royal Enfield di Indonesia ini diduga melakukan penggelapan surat-surat seperti STNK dan BPKB.

Baca Juga: Videonya Viral, Zara Eks JKT 48 Ternyata Demen Geber Moge, Awas Netizen Salah Fokus

Baca Juga: Romantis Banget! Potret Ridwan Kamil Pasangi Istri Helm Sebelum Touring, Jomblo Pasti Iri Nih

Makanya DMI didemo oleh konsumennya karena hal tersebut.

Akhirnya, kejadian ini membuat 200 orang pemilik Royal Enfield membentuk komunitas, karena hingga kini motor miliknya berstatus bodong akibat belum menerima STNK dan BPKB dari dealer.

Derrick Kurniawan, Ketua Komunitas Royal Enfield Bodong (KRIBO) mengatakan, masalah Royal Enfield Bodong ini sudah bertahun-tahun.

"Kami 90 persen beli cash, waktu itu menurut dealer STNK jadi 2 sampai 4 bulan, BPKB paling lama 1 sampai 2 bulan. Tapi akhirnya sudah 2 tahun STNK dan BPKB enggak jadi-jadi," ujar Ming Ming panggilan akrabnya saat dihubungi Jumat (2/10/2020).

Baca Juga: Geger, Artis Cantik India Preksha Mehta Nekat Bunuh Diri Gara-gara Virus Corona, Poster Bareng Royal Enfield Jadi yang Terakhir