KTM Tebar Ancaman di MotoGP Pecundangi Pembalap Senior Langganan Podium Juara, Direktur Tim Bongkar Rahasianya

By Ahmad Ridho, Senin, 31 Agustus 2020 | 11:25 WIB

Tebar ancaman di MotoGP, KTM mampu pecundangi pembalap senior langganan podium juara, direktur tim bongkar rahasianya.

GridMotor.id - Tebar ancaman di MotoGP, KTM mampu pecundangi pembalap senior langganan podium juara, direktur tim bongkar rahasianya.

Yap, belakangan ini tim KTM tengah jadi bahan pembicaraan karena torehan prestasi.

Dua kali pembalap KTM mampu mengejutkan balap motor paling bergengsi ini, pembalap muda mampu pecundangi pembalap senior langganan podium juara.

KTM mulai jadi tim yang diperhitungkan pada MotoGP musim 2020.

Baca Juga: Gak Nyangka, Pembalap MotoGP ini Beda Asalnya, Kok Banyak Kesamaannya?

Baca Juga: Gokil! Miguel Oliveira Juara MotoGP, Ada Yang Hepi Minta Ampun

Dua kemenangan dari Brad Binder dan Miguel Oliviera, serta podium Pol Espargaro membuat nama KTM ikut terdongkrak.

Ada anggapan bahwa salah satu faktor KTM bisa bersinar lantaran tim lain yang sedang merosot.

Yamaha kesulitan mesin dan rem, sedangkan Honda sedang ditinggal pebalap jagoannya, Marc Marquez.

Direktur KTM Motosport, Pit Breier, tidak ingin sesumbar karena musim ini belum berakhir.

Baca Juga: Parah Banget! Pembalap Spanyol Paling Banyak Ikut MotoGP 2020, Gak Ada yang Menang

Dia tahu tidak bisa hanya mengandalkan sukses di GP Austria dan GP Styria, tetapi dia juga tidak peduli tim lain.

"Kami tidak terlalu banyak melihat ke kiri dan ke kanan," katanya kepada Speedweek.com, dikutip pada Senin (31/8/2020).

Pit mengatakan, KTM mulai bisa kompetitif karena tim sudah mempersiapkan motor dengan sangat baik musim lalu.

Tim menyelesaikan beberapa permasalahan motor dari tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Viral Bocoran Moge Yamaha Baru, Mesin Teknologi MotoGP 680 dan 850 Cc Bodinya Kece Abis Yuk Kepoin

"Kami telah menyelesaikan program pengembangan yang sangat intensif yang sekarang membuahkan hasil. Kami tertinggal dan harus mengejar ketinggalan secara teknis di beberapa area," katanya.

Salah satu keberhasilan itu, kata Pit, karena KTM tidak serta-merta memasukkan penemuan baru untuk dipakai di motor 2019.

Sebaliknya, tim menahan diri dan lebih fokus pada perbaikan untuk motor 2020.

"Kami perlahan-lahan berhasil menahan bagian pengembangan dan tidak segera memakai semua yang baru ke motor. Kami mencoba diam-diam menyiapkan motor balap baru untuk tahun 2020," katanya.

Baca Juga: Banyak Fitur Canggih Motor MotoGP Remnya Ternyata Belum ABS? Begini Penjelasan Teknisi Brembo Nih

"Kami kemudian memberikannya kepada pebalap untuk pertama kalinya pada November. Itulah ritme yang Anda butuhkan. Sekarang telah terbayar bahwa kami memulai musim dengan motor yang telah selesai dan teruji," katanya.

Sukses KTM di awal 2020 bukannya tanpa pengorbanan.

Dengan dua kemenangan dan satu podium, musim depan pabrikan asal Austria ini pun kehilangan status mereka sebagai tim konsesi.

Sejak 2013, di MotoGP ada yang namanya tim konsesi, berlaku bagi pabrikan yang baru bergabung.

Baca Juga: Jadi Biang Kerok di MotoGP Austria dan Hampir Merenggut Nyawa Valentino Rossi, Johann Zarco Malah Dibela

Penyandang status tersebut adalah tim pabrikan yang belum pernah meraih kemenangan atau podium dalam dua tahun.

Tim konsesi diberikan beberapa keuntungan untuk membuatnya cepat bersaing atau kompetitif dengan para kompetitornya yang sudah lama bergabung di MotoGP.

Keuntungannya mulai dari jumlah mesin tiap pebalap, jumlah sesi tes, dan kesempatan wildcard.

Setiap pebalap diberi jatah sembilan mesin, dan dibolehkan melakukan pengembangan saat musim berjalan.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Taktik KTM agar Bisa Kencang di MotoGP 2020",