Cuma Modal Per CVT, Tenaga Honda Vario 125 Dijamin Enggak Habis-habis

By Ahmad Ridho, Sabtu, 29 Desember 2018 | 16:05 WIB

Honda Vario 125.

GridMotor.id - Banyak jalan menuju roma, banyak cara menjadikan tenaga motor jadi makin ngacir.

Pakai roller dengan bobot yang lebih ringan membuat roller lebih lambat terlempar pada lintasannya.

Efeknya, bukaan V-belt bagian depan lambat, sehingga akselerasi motor akan lebih enteng.

Tapi, tak cukup hanya mengganti bobot roller yang lebih ringan.

Baca Juga : Ada Mahalnya Doang, Ternyata Pelek Berbahan Magnesium Punya Kelemahan Ini

Harus pula perhatikan tekanan pada secondary sliding sheeve di pulley belakang.

“Bila tak diimbangi tekanan per CVT yang lebih keras, akan membuat V-belt lebih cepat bergerak masuk ke dalam secondary sheave.

Ini bisa berdampak V-belt suka slip kala berakselarasi spontan,” terang Muhammad Muntakim, owner bengkel RI Matic Shop.

Untuk mencegah hal itu, salah satunya bisa dengan mengganti per CVT dengan yang lebih keras.

Baca Juga : Mengejutkan! Jelang Balap MotoGP 2019, Aleix Espargaro Malah Umumkan Pensiun

Nah, untuk Vario 125, bila ogah pakai per CVT aftermarket, bisa subtitusi punya saudaranya, yakni PCX 150.

Kode partnya 23233-K36-J00 ini.

Kelebihan per CVT PCX 150, dimensinya lebih tinggi dibanding bawaan Vario 125.

Ketika coba ukur selisihnya, lebih tinggi punya PCX 150 sekitar 13,5 mm.

Baca Juga : Mengejutkan, Scott Redding Buka Suara Soal Kepergiannya dari MotoGP

Perbedaan tinggi tersebut, berdampak tekanan per jadi lebih kuat ketika diaplikai di Vario 125.

Efeknya, akan membuat pergerakan secondary sliding sheave jadi lebih lambat dibanding pakai per CVT bawaan.

Nah, kombinasi pemakaian roller yang lebih enteng dan per CVT Vario 150 ini, akan membuat rasio bukaan belt bagian depan dan belakang berlangsung lebih enteng dari kondisi bawaan pabrik.

“Tapi ingat, per CVT-nya punya PCX 150 ya, bukan PCX 125 yang lama. Karena punya PCX 125 terlalu panjang.

Baca Juga : Salut, Demi Lakukan Hal Ini, Danilo Petrucci Rela Pangkas Libur Natalnya

Efeknya kalau dipasang di Vario 125, akan bikin akselerasinya jadi enggak enak.

Putaran mesin terlalu meraung di rpm atas. Sudah pernah saya jajal.

Rollernya juga cukup turun 1 – 2 gram saja,” wanti Fikri yang seorang pembalap alias pemuda berbadan gelap ini.