"Kita berharap kepolisian lebih melihat kasus ini tanpa mendiskriminasi," kata Jelvitson Stevy Budiman.
Ia menambahkan dalam kasus ini harus ada efek jera.
Hal ini agar supaya dikemudian hari tidak ada lagi korban begal payudara yang dilakukan oknum anggota Brimob.
"Mesti ada hukuman. Apalagi dia dikenal sebagai penjaga keamanan, penegak hukum, dan pengayom masyarakat," ujarnya.
Di lain pihak, Komandan Satuan Brimob (Dansat Brimob) Polda Sulut Kombes Pol Brury Soekatjo, turut angkat suara.
Ia menjelaskan jika anggotanya terbukti melakukan pelanggaran hukum.
Pihaknya mempersilahkan untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
"Kalau anggota saya salah silakan proses sesuai hukum yang berlaku," jelas Kombes Pol Brury Soekatjo.
Dia pun menegaskan sebagai atasan akan siap memberi tindakan.
Baca Juga: Driver Ojol Ini Raba-Raba Kaki Penumpang Wanita, Suaminya Langsung Naik Pitam
Hanya saja dugaan pelecehan seksual begal payudara itu harus dibuktikan terlebih dahulu.
"Kami tidak mentolerir kalau itu informasi benar," jelasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Anggota Brimob di Manado Diduga Lakukan Pelecehan Mahasiswi, Dansat: Jika Benar, Kami Tidak Tolerir
Source | : | Tribunmanado.co.id |
Penulis | : | Albi Arangga |
Editor | : | Joni Lono Mulia |
KOMENTAR