Harga BBM Naik Terus, Pertamina Mulai Buka Bisnis Baterai Motor Listrik

By Harits Suryo, Rabu, 31 Agustus 2022 | 19:00 WIB

Pengemudi ojek daring mengganti baterai sepeda motor listrik dengan yang sudah penuh terisi di Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) di SPBU Pertamina, Jalan MT Haryono, Jakarta, Senin (28/3/2022).

Gridmotor.id - Harga BBM yang terus melambung tinggi, Pertamina mulai buka bisnis swap baterai motor listrik.

Akhir-akhir ini kenaikan BBM ramai jadi perbincangan, banyak pihak yang tidak setuju dengan kenaikan BBM ini.

Para ojol dan mahasiswa menggelar unjuk rasa untuk mengungkapkan ketidaksetujuannya.

Para petinggi pemerintahan juga ada yang tidak setuju dengan kenaikan BBM bersubsidi.

Terlepas dari hal itu, Pertamina rupanya tengah berencana masuk ke pasar swap baterai.

Tentunya langkah ini sejalan dengan yang digaungkan pemerintah soal ekosistem era elektrifikasi nasional.

Pemerintah memang sedang gencar-gencarnya mempromosikan motor listrik, bahkan punya target angka konversi motor listrik yang tinggi secara tahunan.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati membenarkan bahwa tengah berencana bisnis swap baterai Pertamina.

"Untuk ekosistem electric vehicle (EV), Pertamina masuk di hilir dulu. Kita mulai roda dua, kita pahami pasarnya agar sulit baterai cas di rumah.

Baca Juga: Bikers Bakal Dapat BLT Rp 600.000 dari Pemerintah, Dampak Kenaikan Harga Pertalite

Jadi konsepnya kita jual baterai swap, berikan kemudahan bagi kendaraan motor," kata Nicke Widyawati, Selasa (30/8/2022).

Nicke menegaskan Pertamina akan memastikan swap baterai motor listrik tahun ini sebanyak 100 unit yang dibangun di seluruh wilayah Indonesia.

Untuk mempercepat ekosistem Pertamina juga akan berkerja sama dengan Himbara dan Grab.

"Di Bali, kami kerja sama dengan Grab untuk pembangunan ekosistem ini. Kalau ekosistem ini sudah terbangun maka ini otomatis akan memberikan kemudahan ke masyarakat yang akan beralih menggunakan kendaraan listrik," ujar Nicke Widyawati.

Sisi hulu, Pertamina kerja sama dengan BUMN Inalum dan PLN membangun Indonesia Battery Corporation (IBC) untuk melakukan pengembangan pembuatan baterai.

Sementara Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan bahwa swap baterai harus dilakukan Pertamina.

"Pertamina harus antisipasi tantangan usaha jangka panjang melihat sumber yang ada di kita sumber migas makin turun alternatif apa yang harus dipakai?," katanya.

"Sekarang minyak buat transportasi nah sudah ada jawabannya untuk bisa mengganti minyak dengan listrik. ini akan bertahap ke arah baterai," ujar Arifin.

Baca Juga: Harga BBM Naik Terus Mending Pakai Motor Listrik, ini Perbandingannya

Sebagai info, kini Pertamina memiliki 238 GES yang telah terpasang panel surya.

6 unit Charging Station untuk pengisian mobil listrik, dan 14 unit Battery Swapping Station.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pertamina Mulai Bisnis Swap Baterai Motor Listrik"