"Kami setiap hari berangkat dari rumah di Kecamatan Tegalwaru menuju SDN 1 Parungbanteng menempuh perjalanan kurang lebih selama 1 jam," ujar Unan.
Unan juga harus berhati-hati saat perjalanan menuju sekolah.
Terlebih jika cuaca buruk, maka ia harus ekstra waspada saat menaiki motor.
Terlebih motor yang digunakan adalah motor bebek yang sudah tua
Jika saat hujan, otomatis medan jalannya jadi berlumpur.
"Selain ban motor sering selip terhambat lumpur kalo musim hujan. Jembatan yang saya lalui juga masih belum selesai dibangun, di situ berbahaya juga," imbuhnya.
Akibat kondisi tersebut, tak jarang ia terlambat datang ke sekolah.
Sebab kondisi akses yang ia lalui juga terbilang tidak ramah.
Baca Juga: Tega Banget! Awalnya Diajak Jalan-Jalan, Nenek Ini Malah Diantar Anaknya Ke Panti Jompo