Viral! Video Pengemudi Mobil Bentak dan Hampir Pukul Polisi, Sempat Banting Yamaha Vega, Cuma Gara-gara Ini

By Fadhliansyah, Selasa, 10 November 2020 | 11:26 WIB

Viral! Video Pengemudi Mobil Bentak dan Hampir Pukul Polisi, Sempat Banting Yamaha Vega, Ini Penyebabnya


Gridmotor.id - Viral nih, video pengemudi mobil mewah Toyota Harrier yang membentak dan hampir memukul polisi.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Komplek Bumi Indah, Nagoya, Batam, Kepri, pada Selasa (20/10/2020).

Pemuda pengemudi Toyota Harrier bernopol BP 18 VK itu terlibat keributan dengan personel Polantas Polresta Barelang.

Pemuda tersebut tersulut emosi, karena tak terima ditegur polisi.

Baca Juga: Bikers Waspadalah! Nekat Sebar Link Video Wik-wik Mirip Gisel, 5 Akun Medsos Dilaporkan ke Polisi

Baca Juga: Duh Pasti Banyak yang Gagal, Petugas Praktekan Ujian SIM C Pakai Pakai Satu Tangan, Warganet Meradang

Padahal polisi sedang mengamankan kecelakaan lalulintas yang dialami oleh pemuda tersebut.

Sebelumnya, pemuda berkulit putih itu membanting dan merusak motor Yamaha Vega berpelat nomor BP 2773 DO yang menabrak mobilnya.

"Bapak jangan begitu dong. Kalau kecelakaan ada hukumnya. Jangan bapak rusak dan banting kendaraan orang. Itu pasalnya lain dengan kecelakaan," ujar seorang polisi, Brigadir Hendra yang terdengar oleh wartawan Tribun Batam dari jarak dua meter.

"Apa kau, kenapa kau? Saya tak urusan sama kau. Saya kan ditabrak. Orangnya lari. Cari dan tangkaplah," sahut pemuda yang belum diketahui namanya itu.

Baca Juga: Ratusan Bikers Tumpah Ruah di Rest Area 72 Lembang, Polisi Langsung Bubarkan Komunitas Motor

Suasana di jalan itu pun semakin ramai. Maklum, aktivitas masyarakat siang itu begitu tinggi. Jalan sempat macet.

Pemuda itu, dan Brigadir Hendra saling berhadapan dan nyaris baku pukul. Untungnya, beberapa warga di sana melerai.

"Kamu jangan rusak motor orang juga. Kamu melawan polisi lagi. Kamu kena nanti," kata warga melerai keduanya.

Karena sudah dilerai, motor Vega yang nabrak Toyota Harrier bernopol BP 18 VK tersebut dievakuasi ke pos Polantas di Nagoya.

Baca Juga: Tega Banget, Honda BeAT Dibawa Kabur Pacarnya Sendiri, Modal Rayuan Gombal Akhirnya Diciduk Polisi

Sementara pengemudi Harrier, belum diamankan saat itu. Ia masih tersulut emosi karena mobilnya rusak ditabrak di bagian depan.

Hindari Polantas

Nyaris baku pukul seorang pengemudi mobil Toyota Harrier bernopol BP 18 VK dengan polisi ini berawal dari kasus kecelakaan.

Mobil Toyota Harrier itu ditabrak pengendara motor Vega BP 2773 DO di Jalan Komplek Bumi Indah, Nagoya, Batam, Kepri (sebelah Lucky Plaza).

Kejadian itu diduga karena pengendara motor ingin menghindari polisi lalu lintas dari Satlantas Polresta Barelang yang kebetulan melintas di jalan itu.

Baca Juga: Kacau Nih, Residivis di Gowa Gasak Motor Milik Satpam, Ngaku-ngaku Perwira Polisi

 

Kemudian pengendara motor melawan arah dan melihat ke belakang. Tahu-tahu, Toyota Harrier bernopol BP 18 VK melaju dari depannya dan terjadilah laga kambing.

Pantauan, sesaat setelah kejadian itu, pengemudi Vega dan temannya yang diboncengnya terjatuh dari motor. Lalu, turun pengemudi Toyota Harrier bernopol BP 18 VK dengan emosi dan hendak memukul.

Tiba-tiba pengemudi motor dan temannya berlari dan meninggalkan motornya.

"Tadi menghindari polisi itu. Takut dia mungkin sama polisi. Makanya lari, tahu-tahu ada mobil di depannya. Untung gak ada apa apa," ujar Masna warga di sana.

Baca Juga: Seorang Bapak Dikeroyok Massa Hingga Tewas, Setelah Kedua Anaknya Ditangkap Polisi Gara-gara Mencuri Motor

Kejadian itu sempat jadi tontonan warga. Karena pengemudi Harrier yang naik pitam membanting motor yang ditinggalkan. Ia pun terdengar mengeluarkan kata-kata kurang pantas.

"Tangkap-tangkap!," kata kata pengemudi mobil.

Selang lima menit kemudian, dua polantas datang dengan menaiki motor. Lagi-lagi saat itu terjadi keributan antara polisi dengan pengemudi mobil. Baku pukul nyaris terjadi.

Artikel ini telah tayang di tribunbatam.id dengan judul Mobilnya Ditabrak Orang, Pengemudi Harrier Nyaris Baku Pukul dengan Polisi di Batam, Mengapa?