Motor Bebek 2-Tak Legend Nih! Sempat Tren dan Jadi Jagoan Balap, Kini Sudah Disuntik Mati, Nostalgia Yuk Sama Motor Ini

By M Aziz Atthoriq, Kamis, 9 Juli 2020 | 20:07 WIB

Suzuki Satria 120R dengan livery Movistar

Gridmotor.id- Motor bebek 2-tak legend nih, sempat tren dan jadi jagoan balap, nostalgia yuk sama motor ini.

Ngebahas motor 2-tak tentu gak melulu identik sama motor sport atau Vespa saja nih.

Kiprah motor 2-tak di Indonesia tentu saja gak bisa terlepas dari motor bebek legendaris ini.

Siapa lagi kalau bukan Suzuki Satria 120, motor bebek bermesin 2-tak yang sempat 8 tahun hadir di Indonesia.

Pamor motor 2-tak sempat meredup semenjak akhir tahun 2005-an.

Baca Juga: Berkah Tren Motor 2-Tak, Pelek Daytona GP Laris Manis Meski Harga Tinggi

Baca Juga: Demam Pasang Kaki-kaki Gambot, Modifikasi Suzuki Satria F Sukses Tampil Garang Ala Moge

Rupanya motor bebek legendaris 2-tak ini kembali primadona.

Terutama buat bikers yang hobi banget sama motor 2-tak pasti gak ada yang gak kenal sama motor ini.

 

Gustole Garage dikenal jago restorasi Suzuki Satria 120R

Motor bebek 2 tak legendaris ini menggendong mesin berkubikal 120 cc, wih cukup kencang pada jamannya ya.

Sejak awal kemunculannya pada awal pertengahan 1990-an, Suzuki Satria 120 langsung menarik hati pecinta motor 2-tak.

Terbukti, saat pamor 2-tak kembali melejit beberapa tahun ini, Suzuki Satria 120 ini kembali dicari.

Baca Juga: Bodi Kawasaki Kaze, Eh Mesin 2-Tak Rasa Kawasaki Ninja, Nih Motornya

Motor Suzuki Satria 120, sedang jadi buruan kolektor dan penyuka motor 2 tak.

Motor bebek ini disukai berkat performa, teknologi dan sejarahnya yang berkesan di Indonesia.

Mulai rangka SCAF (Suzuki Computer Analyzed Frame) dan suspensi monosok, sampai rutin menjadi juara balap.

Yuk bikers bareng Motorplus-online kita simak sejarah Suzuki Satria 120 di Indonesia selama 8 tahun kiprahnya.

Baca Juga: Bikers Pakai Motor 2 Tak? Bersihkan Bagian ini, Dijamin Lari langsung Ngibrit Suara Makin Garing 

1. Suzuki Satria 120 S (1997-1999)

 

Soebronto Laras bos Suzuki Indonesia berpose bareng Satria 120 S

Suzuki Satria pertama dijual di Indonesia, pada tahun 1997, dan stop produksi tahun 1999.

Suzuki Satria 120 S merupakan versi lokal dari Suzuki RG Sport 110, yang sudah dipasarkan di negara Malaysia.

Untuk versi Indonesia, mesinnya lebih besar yaitu 120,7 cc 2-tak berpendingin udara, dengan karburator Mikuni VM 18 SS.

Jika RG Sport 110 punya bore x stroke = 54 mm x 48 mm, Satria 120 S memiliki bore x stroke 56 mm x 49 mm.

Baca Juga: Siapa Sangka! Test Rider KTM MotoGP Menolak Motor 2-Tak Punah

Tenaganya sendiri tembus 13 dk 7.500 rpm, lebih unggul dibanding bebek sekelasnya.

Selain kapasitas kompetitornya hanya 100 - 110 cc, Suzuki Satria 120 S juga unggul karena mesinnya tegak

amun buat beberapa penyuka kecepatan, ada kekurangan Suzuki Satria 120 S yaitu transmisinya otomatis 5-percepatan sistem rotary.

Menjawab pertanyaan itu, Suzuki Indonesia meluncurkan varian transmisi manual yaitu Suzuki Satria 120 R.

Baca Juga: Modifikasi Suzuki Satria F Jadi 2 Silinder, Mesin 300 Cc Buat Harian

2. Suzuki Satria RU 120 R (1998-2000)

 

Suzuki Satria 120 R punya transmisi manual 6-percepatan

 

Yup, muncul varian transmisi manual dari Suzuki Satria 120 yang punya embel-embel "R".

Secara desain dan fitur, keduanya benar-benar mirip karena hanya beda di karburator, transmisi dan starter.

Suzuki Satria RU 120 R pakai transmisi manual 6-percepatan, dan pakai sistem sport.

Polanya adalah 1-N-2-3-4-5-6, mirip motor sport seperti Suzuki RGR 150.

Baca Juga: Gawat, Populasi Motor 2-tak di Indonesia Terancam Punah, Ternyata Banyak Suzuki Satria yang Diekspor ke Vietnam

Karena giginya lebih rapat karena bertambah gigi 6, penggunaan transmisi manual juga membuat tarikannya makin responsif.

Perbedaan penggunaan karburator lebih besar Mikuni VM 20 SS, serta menghilangnya starter elektrik alias engkol saja.

Lumayan, perubahan itu membuat tenaganya jadi 13,5 dk dan torsi 13,2 Nm, serta bobot lebih enteng hanya 100 kg.

Suzuki Satria RU 120 R versi awal ini produksi tahun 1998 sampai 2000, pendek ya usianya?

Baca Juga: Kini Yamaha F1Z-R dan Suzuki Satria 120R Hiu Warna Kuning Diburu? Ini Alasan Tepatnya

3. Suzuki Satria RU 120 R/ Lumba-Lumba (2000–2003)

Nah, di tahun 2000 rupanya Suzuki Satria RU 120 R dapat facelift yang menarik.

Melihat trend anak muda yang doyan modifikasi, Suzuki Satria RU 120 R dapat perubahan di cat dan kaki-kaki.

 

Suzuki Satria 120R dengan livery Movistar

 

Seperti penggunaan pelek palang 6, sampai cakram belakang dengan kaliper 2 piston.

Membuat nama Suzuki Satria RU 120 R makin melambung, dengan sebutan "Lumba-lumba".

Baca Juga: Jarang yang Sadar, Ternyata Tiga Motor Ini Cikal Bakal Munculnya Suzuki Satria F150 dan Honda Sonic 150

4. Suzuki Satria RU 120 LSCM / Satria Hiu (2003-2005)

Inilah model terakhir dari Suzuki Satria 120, yang mendapat banyak ubahan masif di desain.

 

Suzuki Satria 120 R LSCM yang akrab disebut Satria Hiu

 
Bernama lengkap Suzuki Satria RU 120 LSCM, motor ini didatangkan secara utuh alias CBU dari Malaysia.

Desainnya lebih membulat dan modern, tidak kalah dibanding kompetitornya seperti Yamaha 125Z.

Tenaganya juga naik jadi 15 dk, makin dahsyat saja buat diajak kebut-kebutan.

Baca Juga: Suzuki Satria 2-tak Tampil Seperti Baru Ditangan Christian PS, Biaya Restorasi Pas di Kantong

Perubahan lain ada di panel instrumen, dimana Satria RU 120 LSCM punya takometer untuk menunjukan putaran mesin.

Sayangnya, motor yang punya sebutan Satria Hiu ini tidak lama beredar.

Karena regulasi emisi makin ketat, akhirnya pabrikan terpaksa menyuntik mati Suzuki Satria 2-tak ini.

Selanjutnya, kiprah Suzuki Satria muncul dengan versi mesin bertekhnologi 4-tak.