Palak Duit Sampai Rp 750 Ribu, Viral Video Tukang Ojek Pangkalan Tega Peras Penumpang, Netizen: Uangnya Dijamin Gak Berkah

By Aong,Galih Setiadi, Kamis, 20 Februari 2020 | 19:49 WIB

Ojek pangkalan tega peras penumpangnya, sampai Rp 750 ribu untuk jarak 13 km.

GridMotor.id - Salah satu kelebihan ojek online adalah tarif pasti yang sudah tertera pada aplikasi.

Sedangkan bila menggunakan jasa ojek pangkalan, harus ada tawar-menawar hingga terjadi kesepakatan tarif.

Bila tidak, bukan tidak mungkin terjadi salah paham antara pengemudi dan penumpang.

Seperti kejadian yang satu ini.

Baca Juga: Kena Serangan Jantung, Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal Dunia, Pernah Dipuji Oleh Driver Ojek Online Karena Hal Ini

Baca Juga: Biar Jalanan Lancar, Sejumlah Driver Ojek Online Yang Mangkal di Wilayah Gunung Sahari Ditertibkan Anggota Dishub

3 penumpang ojek pangkalan (opang) dibuat terkejut dengan tarif opang yang mencapai Rp 750 ribu.

Mereka hanya berangkat dari Kalideres menuju Tanjung Duren yang ditempuh sekitar 13 km.

Padahal, naik ojek online hanya dipatok sekitar Rp 29 ribu per motor.

Kalau untuk 3 motor, berarti mereka harus membayar Rp 87 ribu.

Aksi yang diduga pemerasan ojek pangkalan ini langsung viral di media sosial.

 

Video pemerasan tukang ojek pangkalan ini diunggah oleh akun youtube zakaria yt pada Rabu (19/2).

 

Pengemudi pun memaksa untuk tetap membayar sejumlah yang disepakati.

Setelah menguras isi dompet, akhirnya 3 penumpang ojek pangkalan itu bisa membayar.

Unggahan video ini mengundang banyak komentar dari netizen.

Baca Juga: Mulia Banget, Kisah Mahasiswa Driver Ojek Online Yang Memberikan Tumpangan Gratis Untuk Lansia dan Anak Yatim Piatu

yustinlangkamau: inilah yg bikin males naek opang, mending naik ojol, harga dah pasti, dan kita kasih tips nya juga ikhlas

natasya_carleontan: Naik ojek bertiga 450.. naik grab car paling 200 rb ckckck

discobarb: Mending naik taksi onlen aja ga kepanasan ga keujanan sama sama bayar segitu

Hal ini bisa jadi pembelajaran, dengan kasus ini pastinya penumpang merasa diperas oleh pengemudi ojek pangkalan.

Namun memang tidak terjadi kesepakatan di awal, sehingga pengemudi bisa mematok tarif semena-mena.