Serius? Pakai Cairan Anti Bocor Malah Bahaya, Ban Jadi Gampang Bocor dan Pelek Rawan Berkarat serta Rusak

By Ahmad Ridho, Kamis, 28 November 2019 | 11:10 WIB

Ilustrasi penggunaan cairan anti bocor di ban motor.

GridMotor.id - Sudah seperti paket wajib, saat ganti ban tubeless pasti pemilik motor ditawarin memakai cairan anti bocor.

Tapi, ternyata cairan tersebut malah enggak dianjurkan oleh pabrikan ban.

"Pabrikan ban FDR enggak merekomendasikan cairan anti bocor untuk ban tubeless," terang Jimmy Handoyo, Technical Service & Development Department Head PT Suryaraya Rubberindo Industries, beberapa waktu lalu.

Dan kata Jimmy, cairan itu justru bisa merusak bagian dalam ban tubeless.

Baca Juga: Ternyata Ini Masalahnya, Ban Motor Tetap Kempes Walaupun Tidak Ada Yang Bocor

Baca Juga: Ternyata Ini Fungsinya Garis Putih Yang Selalu Ada di Ban Motor Baru

"Sebabnya, karena cairan tersebut punya sifat korosi," jelas Jimmy.

Lama-lama cairan anti bocor tersebut bisa mengeras dan berubah jadi serbuk.

Makanya cairannya sudah tidak bisa menutup lagi lubang kebocoran.

Nah, cairan yang mengeras itu akhirnya bisa memenuhi celah antara pelek dan ban.

Baca Juga: Muka Mengeluarkan Darah Satu Korban Kritis, Tabrakan Beruntun Libatkan Mobil Wuling, Honda BeAT dan Yamaha X-Ride

Baca Juga: Jalanan Macet Pemotor Panik, Video Dua Sopir Angkot Terlibat Duel di Jalanan, Besi Pipa Dipakai Buat Memukul Lawan

Akibatnya, ban bisa kempes karena angin mudah keluar dari celah pelek dan ban tersebut.

Selain itu, sisa cairan anti bocor yang mengeras bisa menempel di pelek dan berakibat karat dan rusak.

Saat pergantian ban baru, seluruh sisi dan bagian dalam pelek harus dibersihkan menggunakan ampelas halus.

Tujuannya untuk membersihkan sisa cairan anti bocor yang menempel dan mengeras.