Mau Selfie, Sekeluarga Mengendarai Yamaha NMAX Tewas Ditabrak Tuk

By Indra GT, Senin, 28 Oktober 2019 | 16:58 WIB

Truk bernomor polisi BE 9037 NE terbalik usai menabrak dua unit sepeda motor yang sedang parkir di Turunan Tarahan, Jalinsum KM 21-22, Desa Tarahan, Lampung Selatan. Empat orang tewas dalam kecelakaan ini.

Baca Juga: Kurang perhitungan, Pemotor Wanita Tewas di Kolong Truk Gandeng Setelah Gagal Menyalip

Menurut studi, setidaknya ada 70 kejadian selfie yang berujung maut karena sebab ini dalam kurun waktu enam tahun terakhir.

Secara berurutan, berdasarkan jumlah korban, penyebab selfie maut terbanyak adalah tenggelam, kecelakaan transportasi, jatuh dari ketinggian, kebakaran, sengatan listrik, senjata api, dan binatang.

Studi yang sama turut mengungkapkan bahwa 85 persen korban yang meninggal akibat swafoto didominasi kaum muda dengan rentang usia 10-30 tahun.

Sementara sebanyak tiga perempat korban adalah laki-laki meski studi lain menunjukkan bahwa lebih banyak wanita yang gemar melakukan selfie.

Baca Juga: Tabrakan Maut, Pemotor Terlibat Kecelakaan dengan Mobil, 3 Orang Tewas di Tempat

"Kematian akibat selfie telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang besar," kata ketua penelitian, Agam Bansa, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Science Alert, Jumat (5/10/2018).

Berswafoto memang mudah. Namun, menurut Bansal, kebanyakan kasus diakibatkan kurangnya kewaspadaan orang-orang yang sering kali nekad mengambil gambar yang sempurna tanpa memperhitungkan risiko kehilangan nyawa.

"Jika Anda sekadar berdiri, mengambil foto dengan selebriti atau sesuatu, tentu tidak berbahaya.

Tapi jika selfie dilakukan dengan tindakan berisiko, itulah yang menyebabkan selfie menjadi berbahaya," kata Bansal.

Baca Juga: Truk Tanah Kembali Makan Korban di Graha Raya, Mahasiswi Tewas Terlindas, Honda Scoopy Ringsek

Bansal menyayangkan banyak orang berambisi mengidamkan jepretan selfie yang sempurna demi meraup likes (suka) di platform media sosial.

"Saya pikir itu tidak sebanding dengan harga nyawa," katanya.

Bansal memprediksi bahwa masih banyak kasus kematian akibat selfie yang tidak terdokumentasi karena tidak dilaporkan.

Ia mengatakan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menekan jumlah kasus ini ke depannya adalah dengan memasang larangan selfie di area-area tertentu, seperti badan air, puncak gunung dan puncak gedung pencakar langit.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Satu Keluarga Tewas Ditabrak Truk Saat Swafoto: Tidak Sebanding dengan Harga Nyawa",