Dana Rp 14 Triliun Untuk Sirkuit MotoGP Indonesia Sumbernya?

By Indra GT, Sabtu, 27 April 2019 | 20:05 WIB

Ilustrasi sirkuit Mandalika

Baca Juga : Honda X-ADV Resmi Dijual di Indonesia, Mesinnya Canggih Harga Bikin Melongo

Dengan dana sebesar itu, tetap saja MotoGP Mandalika digelar dengan konsep street circuit, alias sirkuit jalanan.

"Menjadi pioneer di MotoGP itu kan keren, itu yang saya kejar," sebut Abdulbar M Mansoer selaku Direktur Utama ITDC.

Menurut Abdulbar M Mansoer, jika memang konsepnya MotoGP Mandalika jadi sirkuit permanen, sebenarnya bisa saja.

Namun, karena lebih kejar konsep pariwisata, diputuskan untuk street circuit, selain memperhitungkan efisiensi.

Baca Juga : Harga Menarik Bikin Moge Royal Enfield 650 Pantas Dilirik Bro

"Karena sebagai pengelola kawasan, ada stadion yang sepanjang tahun tidak terpakai, untuk kami menjadi sayang. Karena ini indah sekali, dekat pantai," sebut Abdulbar M Mansoer.

Sehingga, jika nanti tak dipakai untuk balap, area sirkuit dipakai untuk kegiatan pariwisata lainnya.

"Kalau masalah cost, kalau dibilang kita enggak mampu bikin stadion, ya enggak juga," sebut Abdulbar M Mansoer.

Abdulbar juga menjelaskan, yang membangun sirkuit serta menyediakan dana, datang dari investor.

Baca Juga : Rossifumi Ternyata Berasal Dari Pembalap Motor Jepang Bukan Italia

"Yang bangun bukan kita loh, tapi Vinci (investor). Vinci menyediakan Rp 14 triliun loh," ungkap pria yang senang olahraga ini.

"Dia (Vinci) kalau kita arahkan untuk stadion (sirkuit permanen) juga kuat," tukas Abdulbar M Mansoer.

"Tapi berdasar pertimbangan kami berdua selaku pemilik tanah dan penyewa tanah atau investor, maka street circuit akan lebih indah dan efisien," tutup Abdulbar M Mansoer.

Artikel ini telah tayang di MOTOR Plus-online.com dengan judul Nyedot Dana Hingga Rp 14 Triliun, Nih Alasan Sirkuit MotoGP Indonesia di Jalanan