Video Pemotor Pecahkan Spion Mobil, Penyebabnya Karena Teknik Berkendara Kurang?

By Reyhan Firdaus, Selasa, 4 Desember 2018 | 17:53 WIB

Pengendara RX-King pecahkan spion mobil

Gridmotor.id - Sedang heboh di dunia maya, video perilaku arogan pemotor pecahkan spion mobil.

Jika disimak di video-nya, pemotor yang arogan ini mengendarai Yamaha RX-King, motor yang dikenal dengan imej "Raja Jalanan".

Sontak netizen heboh, mengomentari aksi arogan pengendara motor ini, terutama karena tipe motor yang digunakan.

Baca Juga : Video Pembalap Road Race Saling Pukul Dibully Warga Malaysia

Baca Juga : Ingat Balapan MotoGP 2018 Paling Rusuh? Dari Start Sudah Kacau

Namun menurut pakar safety riding, penyebab utama pemotor arogan, berasal dari kemampuan berkendaranya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Sunmori 12/2/2018 kemarin riding santai ditengah perjalanan ketemu beginian.....menurut kalian salah siapa? Tolong jangan salahkan rx kingnya, salahkan pengendaranya yang telah mencemarkan nama rx king. . . @agoez_bandz @billydjoung @cscmotospeed @sportbike_indonesia @brorondm @dennissuryana @robbyazhari_ @evandynandaa #mirrorsmash #rxking #lembang #roadrage #indosunmori

A post shared by Ressa Firmansyah Fatah (@ressaf.f) on

Pertama kita simak dulu video yang diunggah akun Instagram ressaf.f, awalnya pengguna RX-King berjalan seperti biasa di jalurnya sendiri.

Kebetulan di depan RX-King ada truk yang berjalan pelan di lajur paling kiri, otomatis pengendara RX-King harus agak sedikit ke kanan.

Tiba-tiba dari arah berlawanan, muncul Toyota Vios yang ingin menyalip Nissan Grand Livina di depannya.

Karena sempat mengambil jalur berlawanan dan berada tepat di depan RX-King, Toyota Vios mendapat ‘bogem mentah’ yang mengarah ke spion sebelah kanannya.

Padahal jika melihat marka jalan yang putus-putus, artinya Vios diperbolehkan untuk menyalip kendaraan di depannya.

Baca Juga : Heboh, Wacana SIM Akan Dibuat Seumur Hidup, Begini Tanggapan Kepolisian

Menurut Sony Susmana, Training Director dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), perilaku arogan yang dilakukan pengendara di jalan ada sebabnya.

“Kejadian ini adalah bukti bahwa tak semua pengendara punya hard skill dan soft skill yang saling mendukung,” ujarnya.

“Karena kalau kita hanya paham hard skill, soft skil-nya enggak, akhirnya jadi urakan di jalan. Merasa jago, merasa hebat di jalan,” sambungnya.

“Tapi sebaliknya kalau soft skill-nya kuat, tapi hard skill yang berhubungan dengan operasionalnya salah, kendaraannya bisa rusak,” tambah Sony.

Sony juga berujar, kemampuan teknik berkendara dan pengetahuan soal keselamatan berkendara harus sama baiknya.

Artinya jika pengendara hanya mengerti salah satunya, keamanan berkendara di jalan belum bisa dirasakan.

Jadi, perilaku arogan bukan dari tipe motor yang digunakan, namun karena teknik dan kesadaran akan perilaku berkendara yang kurang.