Bikin Geger! 10 Mama Muda Semok Berbaju Ketat Keliling Banda Aceh Naik Sepeda, Langsung Dapat Sanksi dan Pembinaan Ustaz

By Erwan Hartawan, Selasa, 7 Juli 2020 | 21:10 WIB

Mamah-mamah semok berbaju ketat keliling Banda Aceh naik sepeda bikin geger, digiring satpol PP mengaku khilaf.

“Tadi setelah mereka dibina dan membuat surat pernyataan minta maaf serta tidak mengulangi kembali perbutannya mereka sudah dibolehkan pulang kembali, tadi ada 10 orang mereka dibina termasuk ada yang datang orangnya tadi,” ujarnya.

Baca Juga: Ampun Deh, Nikita Mirzani Pengin Jual Motor Buat Beli Mobil, Harganya Bikin Pusing 7 Keliling

Masing-masing pesepeda sudah meminta maaf melalui surat pernyataan, dan berjanji tidak mengulangi kembali perbuatannya.

"Kemudian nanti mereka bersedia mempublikasikan surat pernyataan itu di akun media social masing-masing, tadi juga ada kami videokan pernyataan mereka," kata Irwan.

Tak hargai norma di Aceh, Wali Kota berang

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Banda Aceh geram dengan viralnya foto-foto dan video perempuan berbaju seksi berwarna merah muda (pink) tanpa hijab bersepeda keliling Banda Aceh.

Baca Juga: Dapat Rezeki Nomplok, Driver Ojek Online Dapat Penumpang Cewek Seksi, Pegangannya Bikin Pemotor Gagal Fokus

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman langsung meminta Satpol PP-WH menangkap kelompok perempuan yang dinilai tidak berbusana sesuai dengan qanun syariat Islam yang berlaku di Aceh.

“Kota ini menerapkan syariat Islam, setiap tamu yang datang harus menghargai dan menaati aturan yang ada di kota ini,” kata Aminullah yang dikutip Kompas.com di wabsite resmi Pemkot Banda Aceh, Senin (06/07/2020).

Aminullah meminta Satpol PP WH untuk segera menangkap kelompok wanita yang bergowes ria keliling kota Banda Aceh pada Minggu (05/07/2020) itu untuk diberikan pembinaan.

“Satpol PP dan WH cari keberadaan mereka, panggil dan lakukan pembinaan,” tulis Aminullah.

Baca Juga: Astaga! Video Seorang Driver Ojol Diajak Wik-wik Penumpang Perempuan Seksi, Warganet Malah Bilang Begini

Aminullah menyebutkan, siapa pun yang berada di Kota Banda Aceh diminta untuk menghargai nilai-nilai syariat yang berlaku.

Meskipun tamu dari kalangan non muslim, kata Aminullah, mereka harus bisa menghargai norma-norma yang ada di Aceh.